JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) resmi memberlakukan penambahan armada bus malam atau Angkutan Malam Hari (Amari) di sejumlah koridor utama mulai Senin (9/3). Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama bulan suci Ramadan, khususnya pada jam-jam menjelang berbuka puasa hingga usai pelaksanaan ibadah salat Tarawih. Penambahan armada ini difokuskan pada koridor padat seperti Koridor 1 (Blok M-Kota) dan Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
Direktur Operasional TransJakarta menjelaskan bahwa penambahan unit armada ini mencapai 20 persen dari total bus yang biasanya beroperasi di malam hari. Langkah ini diharapkan mampu mengurai penumpukan antrean penumpang di halte-halte transit yang sering terjadi saat jam pulang kerja bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Selain itu, TransJakarta juga memperpanjang jam operasional bus reguler di beberapa rute penyangga yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah aglomerasi seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang di malam hari, TransJakarta turut meningkatkan jumlah petugas keamanan (Pramusapa) yang berjaga di dalam bus maupun di halte. Koordinasi dengan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya juga ditingkatkan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencopetan atau pelecehan seksual di tengah keramaian penumpang. Pencahayaan di halte-halte kecil pun telah dipastikan berfungsi dengan baik.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, atau LRT saat menghadiri acara buka puasa bersama (bukber) di pusat kota. Dengan beralih ke transportasi publik, diharapkan kemacetan lalu lintas yang kerap menjadi "tradisi" jalanan Ibu Kota setiap bulan Ramadan dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat dapat mengecek jadwal dan posisi bus secara real-time melalui aplikasi TiJe.(red)

0 Komentar