TULUNGAGUNG – Pagi yang tenang di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung seketika berubah menjadi momen penuh haru sekaligus ketegangan. Sebanyak 20 jiwa pejuang disabilitas, dengan segala keterbatasan fisik namun memiliki tekad baja, datang berbondong-bondong untuk menagih hak yang tak kunjung mereka terima. Mereka hadir bukan untuk meminta belas kasihan, melainkan untuk mempertanyakan "napas" hidup mereka: bantuan sosial (bansos) yang sudah berbulan-bulan tersendat tanpa kepastian jelas.
Raut lelah nampak jelas di wajah para penyandang disabilitas ini saat mereka menyampaikan keluh kesah di ruang audiensi. Bagi mereka, dana bantuan tersebut bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan harapan untuk membeli beras, obat-obatan, hingga keperluan terapi yang tak bisa ditunda. "Kami hanya ingin kejelasan, mengapa status kami seolah menghilang dari sistem?" ungkap salah satu perwakilan massa dengan nada suara yang bergetar namun tegas, menggambarkan betapa mendalamnya kekecewaan mereka terhadap birokrasi yang dianggap lamban.
Menanggapi desakan tersebut, pihak Dinsos Tulungagung langsung bergerak melakukan pengecekan data secara intensif di hadapan para pemohon. Terungkap bahwa benang kusut masalah ini bermuara pada sinkronisasi data di tingkat pusat yang mengalami kendala teknis pasca-pemutakhiran sistem. Meskipun alasan administratif menjadi dalih utama, Dinsos berjanji tidak akan tinggal diam dan berkomitmen untuk menjadi jembatan bagi warga disabilitas Tulungagung agar verifikasi di Kementerian Sosial dapat segera diprioritaskan.
Pertemuan ini berakhir dengan kesepakatan krusial: Dinsos akan membuka posko pendampingan khusus bagi disabilitas yang mengalami hambatan data. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan layanan publik yang lebih inklusif dan responsif. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah pusat; sementara di Tulungagung, 20 pasang mata tetap menanti dengan penuh harap agar di balik pintu birokrasi yang kaku, keadilan bagi mereka yang lemah dapat segera terwujud sebelum fajar esok menyingsing. (red)

0 Komentar