JAKARTA – Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, geliat perekonomian di Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai menunjukkan peningkatan yang sangat drastis pada Senin (9/3). Ratusan ribu pengunjung dari berbagai wilayah Jabodetabek hingga luar daerah memadati Blok A, Blok B, dan Pusat Mode Tanah Abang untuk berburu pakaian muslim dan perlengkapan ibadah menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemprov DKI Jakarta pun langsung merespons lonjakan ini dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Sidak yang dipimpin oleh jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan mengecek kelayakan produk tekstil yang dijual. Petugas juga berdialog dengan para pedagang mengenai ketersediaan stok barang hingga Lebaran nanti. Dari hasil pantauan di lapangan, harga baju koko, gamis, dan mukena terpantau relatif stabil dengan kenaikan wajar di kisaran 5 hingga 10 persen akibat tingginya permintaan.
Selain masalah harga, kepadatan pengunjung juga menjadi perhatian serius dari sisi keamanan dan ketertiban. Ratusan personel Satpol PP bersama kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang dikerahkan untuk melakukan patroli jalan kaki di setiap lorong blok guna mencegah aksi pencopetan. Petugas melalui pengeras suara juga terus mengingatkan pengunjung agar menjaga barang bawaan berharga mereka dan mengawasi anak-anak yang dibawa ke pusat keramaian tersebut.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa kantong parkir tambahan di sekitar kawasan Thamrin City dan waduk Melati guna mencegah parkir liar yang kerap memacetkan Jalan K.H. Mas Mansyur. Pemerintah sangat mengapresiasi kebangkitan UMKM di Tanah Abang tahun ini yang diwarnai dengan masifnya penggunaan transaksi digital (QRIS), sehingga meminimalisir risiko peredaran uang palsu di tengah padatnya transaksi tunai.(red)

0 Komentar