Kediri, brillianjustice.online  — Desa Maduretno dikenal sebagai salah satu wilayah agraris dengan hamparan persawahan yang mendominasi. Kondisi geografis inilah yang mendorong banyak warga setempat menekuni usaha di sektor pertanian, termasuk pembibitan padi serta layanan persewaan mesin tanam modern.

Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yoga, warga Dusun Maduretno. Usaha ini awalnya dirintis oleh ayahnya sekitar enam tahun lalu, dan hingga kini terus berkembang seiring tingginya kebutuhan petani di musim tanam.

Saat ini, Yoga mempekerjakan delapan orang dan mengoperasikan dua unit mesin tanam otomatis yang menjadi andalan para petani karena mampu mempercepat proses tanam.

“Kalau musim tanam seperti sekarang, mesin otomatis ini selalu ramai disewa petani,” ujar Yoga saat ditemui di lahan kerja miliknya.

Tak Hanya Mesin, Jasa Termasuk Bibit dan Tenaga Kerja

Layanan yang ditawarkan Yoga tidak hanya sebatas penyewaan mesin tanam. Paket lengkap berupa bibit padi siap tanam serta tenaga operator juga disediakan. Dengan sistem ini, petani tinggal melanjutkan perawatan setelah bibit tertanam.

Biaya sewa dipatok sekitar Rp450 ribu per 100 ru, harga yang dianggap cukup terjangkau dan membantu petani menekan biaya produksi.

Yoga menuturkan bahwa permintaan tidak hanya datang dari warga Desa Maduretno, tetapi juga dari desa sekitar seperti Jambangan.

Perawatan Mesin Jadi Kunci Keandalan

Untuk menjaga performa mesin, Yoga melakukan perawatan secara berkala. Hal ini penting agar mesin tetap awet dan dapat bekerja optimal saat musim tanam tiba.

Jenis perawatan yang rutin dilakukan antara lain:

  • Membersihkan mesin dari sisa tanah, rumput, dan sekam

  • Melakukan pelumasan agar komponen tidak cepat aus

  • Memastikan baki semai bersih dan tidak tersumbat

  • Mengecek kerapatan bibit

  • Memeriksa kondisi bahan bakar dan oli mesin secara berkala

Menurut Yoga, ketelitian dalam merawat mesin akan sangat berpengaruh terhadap umur pakai serta kualitas hasil tanam.(red.al)