Hong Kong, brillianjustice.online – Tragedi kebakaran besar mengguncang kawasan Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11) sekitar pukul 14.51 waktu setempat. Insiden yang melahap kompleks apartemen tua ini menewaskan sedikitnya 94 orang, sementara 279 lainnya dilaporkan hilang.
Di antara para korban, tercatat 11 Warga Negara Indonesia (WNI) belum diketahui keberadaannya. Selain itu, sekitar 79 orang mengalami luka-luka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran yang berjuang memadamkan api.
Api Berkobar Lebih dari 24 Jam
Kebakaran mulai meluas dari perancah bambu yang mengelilingi gedung—struktur yang biasa digunakan dalam proyek renovasi. Bahan bambu dan jaring pelindung berwarna hijau di sekeliling bangunan terbukti sangat mudah terbakar, membuat api merambat cepat ke sisi luar gedung dan merembet ke lantai-lantai apartemen.
Material yang terbakar kemudian jatuh ke bangunan lain, menyebabkan beberapa menara ikut tersulut hanya dalam hitungan menit.
Hembusan angin dan kondisi gedung yang terbuka akibat renovasi mempercepat penyebaran api. Petugas menyebut situasi tersebut sebagai kebakaran paling mematikan dalam lebih dari satu abad di Hong Kong.
Pemadaman Terkendala, 7 Gedung Terbakar
Hingga Kamis (27/11) pagi, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa baru empat gedung berhasil dikendalikan, sementara tiga gedung lain masih terbakar selama lebih dari 16 jam.
Kompleks apartemen yang terdampak terletak di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, dibangun pada 1983 dan terdiri dari delapan menara dengan total sekitar 1.984 unit hunian. Sekitar 40 persen penghuninya adalah lansia, membuat proses evakuasi semakin sulit.
Alarm Tak Berbunyi, Warga Mengetuk Pintu untuk Menyelamatkan Tetangga
Sejumlah penyintas mengaku tidak mendengar alarm kebakaran ketika insiden terjadi. Mereka kemudian keliling mengetuk pintu dari unit ke unit untuk memberi peringatan sebelum asap semakin pekat.
“Kami mengetuk pintu sebanyak mungkin, memberi tahu orang-orang supaya segera keluar,” ujar seorang warga bernama Suen, mengingat momen mencekam tersebut.
Pemadam Kebakaran Gugur Saat Bertugas
Salah satu korban jiwa adalah Ho Wai-ho (37), seorang petugas pemadam dari Stasiun Sha Tin. Ia sempat terperangkap saat bertugas memadamkan api di lantai dasar. Ho ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian meninggal di rumah sakit.
Korban WNI: Dua Tewas, Dua Luka, 11 Belum Ditemukan
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong melaporkan:
2 WNI meninggal dunia
2 WNI mengalami luka-luka
11 WNI masih hilang
Sementara itu, sekitar 900 warga telah mengungsi ke pusat komunitas.
Penyelidikan Berlanjut
Polisi menyebut mereka menemukan material sangat mudah terbakar di bagian luar bangunan, termasuk jaring pelindung dan busa polistirena di jendela, yang memperparah cepatnya penyebaran api.
Pemerintah Hong Kong masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada kelalaian dalam prosedur keselamatan selama proyek renovasi.(red.al)

0 Komentar